Begini Kronologi 2 Karyawan PT.KIM Tertimbun Longsor Material dan 1 Meninggal di TKP

BUNGO, PERISTIWA798 Dilihat

NARASIJURNAL.COM, Bungo,- Kamis (15/10/2020), sekitar pukul 9:00 WIB, dua karyawan yakni PT. Cipta Kridatama (CK), PT.Kuansing Inti Makmur (KIM) yang bergerak bidang tambang batu bara, dua orang pekerjanya tertimbun longsor saat bekerja.

Karyawan yang tertimbun longsor material ini atas nama Hendra Sahputra (28) bagian pengawasan, diketahui warga Kecamatan Rawan Panca Arga, Kabupaten Asahan Sumut. Sementara korban satunya lagi Mubin (45) selaku operator Buldozer, merupakan warga Sungai Rumbai Kabupaten Dhamasraya (Sumbar_red).

Lokasi aktivitas tambang PT.KIM

Kronologi, dari Informasi yang diperoleh dilapangan, awalnya kedua karyawan ini menjalankan tugasnya sesuai tugasnya masing masing di tempat mereka bekerja.

Tiba tiba sekitar pukul 9.00 Wib, tanah pembuangan mengalami longsor dimana saat itu Mubin mengoperasikan alat beratnya dilokasi ia bekerja, seketika itu juga tanah longsor menimpa dirinya. Beruntungnya Mubin berhasil keluar dari jebakan longsor itu melalui celah celah alat berat (Kabin,-red).

Selanjutnya, Mubin mencari temannya Hendra Sahputra yang juga bekerja di lokasi yang sama ternyata tidak terlihat lagi, dugaan kuat kalu tubuh temannya itu Hendra Sahaputra telah tertimbun longsor material.

Lalu Mubin mencoba meminta bantuan melalui radio dan dirinya berteriak meminta tolong. Tidak lama kemudian, pihak PT.CK tiba dilokasi dan langsung membawa Mubin yang sudah kondisi lemas ke Klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Terkait kejaadian ini, pihak Perushaan menghentikan aktivitas pekerjaan. Dan fokus untuk melakukan pencarian korban atas nam Hendra Sahputra yang diduga kuat sudah tertimbun material.

Pencarian lebih kurang selama 19 jam menggunakan alat berat, serta dibantu anjing pelacak milik Polres Bungo.

Pencarianpun bembuahkan hasil, tepat pukul 00.05 dini hari Jum’at (16/10/2020) jasad korban ditemukan dalam kondisi sebagian tangan sudah terlepas.

Setelah tubuh korban ditemukan, tindakan dari pihak Perushaan mengevakuasi jasad korban untuk dibawa ke RSUD H.Hanafie Muarabungo.

Sementara itu, Istri korban Jernih, setelah mengetahui kejadian ini tidak bisa berkata-kata kondisi shok, secepat itu suaminya telah meninggalkan dirinya yang baru menikah 4 bulan lalu.

Pihak PT.KIM Farid Setiawan saat dikonfirmasi atas kejadian ini, dirinya membenarkan atas musibah yang menimpa karyawannya dan satu orang selamat dan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Jasad Hendra Sahputra akan dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Asahan dan aktivitas tambang diistrahatkan dulu. Kejadian ini sudah ditangani oleh pihak ESDM Provinsi Jambi. Jadi, pihak Provinsi Jambi yang akan menyelidiki kejadian ini, karena lahan ini adalah lahan khusus,” tutup Farid.

Terpisah, Rio Tanjung Belit Jondri Yusren menghimbau kepada masyarakat setempat gar tidak masuk ke tambang terlebih dahulu mengingat kondisi tambang tidak mengizinkan.

“Kita himbau warga, untuk sementara agar masyarakat tidak dulu memasuki area tambang,” tutur Jondri Yusren kepada media ini usai sholat jumat.(03/nj)