Busana Wanita Dirobek Ingin Jadi Laki-Laki Seutuhnya

PERISTIWA339 Dilihat

NARASIJURNAL.COM, Bungo,– Rahmat Hidayat umur 21 tahun yang memiliki alat kelamin ganda (jenis kelamin perempuan dan laki-laki,- red), anak pertama pasangan Jamilah dan Wal-Asri (Alm) warga Dusun Ujung Tanjung, Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo-Jambi.

Suasana usai konfirmasi awak media di tempat kediaman orang tua Rahmat Hidayat

Awal mula ada perubahan yang dirasakan oleh Rahmat, pada saat duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar (SD). Mulai ada keanehan yang dirasakan dalam dirinya, pasalnya ia lahir pada tanggal 12 November 1999 berjenis perempuan, hingga Ibunya memberi nama Putri Iklimah.

“Mulai ada keanehan saat sekira umur 11 Tahun meranjanjak remaja, ada tumbuh zakar (alat kelamin laki,-red). Pada waktu itu anak saya tidak mau lagi pakai baju perempuan. Bajunya dirobek -robek, dan setiap pergi solat maunya bergabung dengan laki-laki, sering diejek dengan teman temannya. Saat ini ia memilih dak sholat ia bingung mau ikut cara laki atau perempuan. Katanya dia mau jadi laki-laki seutuhnya”, tutur Ibu Jamilah, kepada awak media saat ditemui di kediamannya, Sabtu (4/09/2020).

Lebih lanjut Ibunya bercerita, anaknya ini juga pernah dimarahi oleh bapaknya waktu itu semasa bapaknya masih hidup, dia pernah berkumpul sama laki-laki, semenatara setahu ayahnya anaknya ini perempuan.

Hari demi hari hingga tahunpun berganti, anak ini berusaha mencari jati diri sesungguhnya. Akhirnya terungkap juga apa yang disembunyikan anak ini oleh ayahnya, karena orangnya tertutup.

Akhirnya, orang tuanya mengganti nama Rahmat Hidayat, karena anak ini lebih dominan berperilaku layaknya laki-laki ditambah ada zakar alat kelamin peria yang tumbuh. Hingga beranjak dewasa saat ini kedua kelaminya berfungsi, hanya saja katanya, ketika buang air kecil melalui vaginanya.

“Buang air kecil melalui vaginanya, hanya saja mengecil, sementara zakarnya normal dan semakin tumbuh selayaknya punya peria”, jelasnya Jamilah terlihat matanya berkaca kaca, penuh harapan agar anaknya ini menemukan jatidiri sesungguhnya.

Terpisah, Rahmat saat menyampaikan curahan hatinya kepada awak media, tidak lama ia berbicara, tampak air mata mengalir deras. Dirinya pasrah apa yang terjadi sama dirinya, yang memiliki alat kelamin ganda.

Katanya, sudah sekian lama dirinya menyendiri, aktifitas hanya dirumah dan bekerja di kebun karet dan diisi sesekali pergi mendulang. Sementara dari segi pergaulan dirinya bingung, mau bergaul bersama laki-laki atau perempuan.

“Saya pengen sekali bergaul seperti teman lain. Saya mohon ada bantuan agar operasi saya bisa dilakukan, aku ingin jadi lelaki seutuhnya”, ucap Rahmat sambil terisak isak, tak bisa menahan kesedihannya.

Tutup Rahmat, saat awak media meminta izin agar dirinya dipublikasikan bukanlah aib. Melainkan katanya, dirinya terbantu atas kedatangan awak media, mau mendengarkan curahan hatinya. Setelah ini, agar masalah yang dihadapinya segera diatasi. (NJ)