Juru Bicara Covid-19 Bungo: “Saya Tidak Pernah Membuka Identitas Pasien ke Publik”

BUNGO347 Dilihat

NARASIJURNAL.COM, Bungo, – Juru bicara covid-19 Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bungo dokter H.Safarudin Matondang mengingatkan, kepada masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Bungo agar tidak termakan isu beredar di medsos, ataupun berita sumbernya yang tidak terkonfirmasi dari pihaknya, yang telah ditunjuk selaku juru bicara tentang penyampaian perkembangan covid-19 di Bungo.

“Saya tidak pernah menyampaikan kepada Pers mengenai data pribadi pasien, baik dari status ODP maupun status PDP, jika ada berita beredar menyebutkan nama pasien, perlu dicek lagi sumbernya,” hal ini ditegaskan juru bicara covid-19 Kadis Kesehatan Bungo dokter H.Safarudin Matondang saat konferensi Pers di media center posko gugus tugas covid 19 di Ruang Alisudin Rumdis Bupati Bungo, Senin (6/04/2020).

Jurubicara Covid_19 Kadiskes Bungo dokter H.Safarudin Matondang saat menyampaikan data terbaru covid-19 di Bungo (6/04/2020)

Ditambahkan dokter Safarudin Matondang, mengenai adanya pasaien yang dirujuk ke RSUD Raden Mataher Jambi, pihaknya tidak pernah menyampaikan kepublik mengenai identitas mereka. Jika ada berita beredar di medsos maupun di WathsApp mengenai nama identidas pasien, berita itu tidak bersumber dari pihaknya.

“Memang ada pasien yang dirujuk ke Jambi, status PDP 1 orang, guna dilakukan swab, dan orang yang terdekat dari pasien status ODP 3 orang  juga sekalian dilakukan swab. Jadi ada 4 orang yang sedang dilakukan swab. Perlu kita diketahui jangan salah paham, mereka yang bersangkutan ingin diswab, agar segera mengetahui apakah mereka negatif atau positif  Covid-19. Jadi kita minta masyarakat agar jangan cepat panik, kita tegaskan hingga saat ini yang positif terjangkit virus corona atau covid-19 tidak ada,” jelasnya.

Disampaikan dokter Safarudin, data terbaru 6 April 2020, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 191 orang, peroses pemantauan sebanyak 62 orang, dan selesai pemantauan sebanyak 129 orang. Kemudian Pasien dalam Pengawasan (PDP) berjumlah  2 orang, proses pengawasan 1 orang, (sedang dirujuk ke Jambi, -red), sementara yang selesai pengawasan 1 orang (Sembuh,-red). Selanjutnya, orang tanpa gejala (OTG) jumlah 38 orang, proses pemantauan 36 orang dan selesai pemantauan 2 orang. Sementara, jumlah terperiksa covid-19 yang positif: 0 (Tidak ada,-red) dan yang negatif 1 orang (Sembuh,-red).  Meninggal : O (tidak ada,-red).

“Kita juga selalu menghimbau bagi masyarakat yang pernah berpergian ke daerah yang terjangkit, segera memeriksakan diri kesehatan, hal ini salau kita sampaikan, karena sangat terbantu sekali untuk melakukan pemantauan. Jangan sampai sudah sakit baru memeriksakan dirinya, karena sebagaimana yang sudah-sudah, baru kita tahu setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pasien pernah berpergian ke luar daerah,” pugkasnya. (NJ)